Minggu, 23 Desember 2012

Team Sepak Bola


Aku akan menceritakan tentang tim Sepak bola yang pernah aku ikuti.

                Sejak kecil aku sangat senang bermain bola, sejak aku dibelikan bola oleh ayahku aku selalu memainkanya di halaman rumah setiap hari. Sebenarnya ayahku tidak senang dengan permainan bola karena permainannya yang kasar. Ayahku adalah pemain basket, volly, bulu tangkis dulu. Ayahku selalu di incar oleh tim-tim di Situbondo. Di Basket ayahku diambil oleh Kodim dan dilatih oleh para tentara, Di Volly ayahku bermain di 3 tim sekaligus yakni Permata (desa sekarputih) Zebra (desa tribungan) dan Cakrawala (desa semiring). Buat baulu tangkis setriap malam ayahku bermain bersama teman temannya di gedung Nekas (peninggalan belanda di desa Olean) dan di RAUNG (milik guru).
                Kembali ke aku, ayahku tidakm senang jika aku bermain bola. Aku tetap memaksa, pada suatu hari aku sangat kesal kepada ayahku. Karena kesal aku menendang bola dengan cepat entak kemana arahnya, pada akhirnya bola itu mengenai kaca rumahku. Ayahku memarahiku, tetapi ibuku malah menolongku. Ibuku malah membelikanku sepatu bola beserta kaoskainya. Aku selalu bermain di depan rumah, ketikan itu aku menendang mengenai kaca rumahku lagi. Melihat aku senang bermain bola, ayah mengajakku ke lapangan bola di desa pecinan. Ayahku mengajakku ke lapangan bukan karena apa, tetapi agar tidak mengenai kaca rumah lagi.
                Di lapangan aku banyak mengenal teman baru, mereka memiliki skill-skill yang sangat baik dari pada aku. Di sana aku menjadi anak yang pating tidak menonjol permainannya. Teman-teman selalu mengejekku. Ketika itu aku masih kelas 3 SD, mentalku penakut. Akhirnya aku berhenti berlatih bersama di desa pecinan, aku pindah ke club yang lebih terkenal namanya di desaku yakni PERSEKAL (Persatuan Sepak Bola Kalbut). Di club ini aku dilatih sampai pintar. Ketika aku kelas 5 SD, aku menjadi pemain inti di PERSEKAL junior. Aku mulai bertanding antar tim. Ketika aku kelas 6, tepatnya selesai UASBN aku ikut turnamen antar desa. Musu-musu yang aku lawan lebih kuat daripada pertandingan persahabatan. Ketika PERSEKAL masuk ke babak semifinal, kutika itu melawan ZEBRA (dari desa tribungan) aku terkena sleding takel dari pemain zebra. Kaki ku sakit sekali, aku tidak bisa bermain lagi dan dirawat di pinggir lapangan. Pada saat itu PERSEKAL juga kalah kepada ZEBRA 1-2.
                Karena kejadian itu, aku kakiku bengkak dan aku diberhentikan oleh ayah dari tim PERSEKAL karena ayah dan ibu cemas atas kondisiku. Ayah berkata agar meilih cabang olahraga seperti yang ayah mainkan, seperti Volly, Basket, dan Bulu tangkis.

Sekian tentang Karir aku di TEAM SEPAK BOLA PERSEKAL KALBUT, meskupun singkat hanya 5 tahun (dari kelas 2 SD smapai kelas 6 SD)

Reaksi:
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar